Menjelang sore, suasana RCH berubah menjadi lebih dinamis. Aktivitas di sekitar gedung dipadati warga yang jogging, menciptakan suasana aman dan nyaman bagi pengunjung. Hal itu membuat RCH tampil sebagai ruang publik yang unik, tidak hanya menjadi studio kreativitas tetapi juga ruang terbuka hijau bagi masyarakat.

Namun memasuki Desember, aktivitas di RCH tampak menurun.

“Di Desember ini agak sepi, mungkin anak SMA sedang ujian dan mahasiswanya juga sedang UTS,” terang Raynzi.

Ia menyebut RCH bukan hanya bangunan, tetapi ekosistem yang bergerak mengikuti ritme para penggunanya. Kreativitas di Riau menurutnya tumbuh secara organik, jujur, dan tidak dibuat-buat. ***