banner 728x250 banner 728x250

NAPI FERRI DIDUGA JADI PENGENDALI NARKOBA DI LAPAS NARKOTIKA RUMBAI, DUGAAN SETORAN KE KALAPAS DAN KPLP DISOROT MASYARAKAT

banner 120x600

PEKANBARU — Dugaan peredaran dan pengendalian narkotika dari balik jeruji kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, perhatian mengarah ke Lapas Narkotika Rumbai, Pekanbaru, menyusul informasi mengenai seorang warga binaan berinisial Ferri yang disebut-sebut masih memiliki pengaruh dalam jaringan peredaran narkotika meski berada di dalam lembaga pemasyarakatan.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan, Ferri diduga tidak hanya berstatus sebagai warga binaan biasa. Ia disebut-sebut memiliki peran sebagai pengendali peredaran narkotika dari dalam lapas, dengan dugaan memanfaatkan sarana komunikasi dan jaringan di luar lapas.

Lebih serius lagi, muncul dugaan adanya setoran atau aliran uang yang dikaitkan dengan aktivitas tersebut. Informasi itu bahkan menyeret nama sejumlah pejabat di lingkungan Lapas Narkotika Rumbai, termasuk Kalapas dan Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP).

Namun demikian, dugaan tersebut hingga kini masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi resmi dari pihak terkait.

DUGAAN SETORAN JADI PERTANYAAN BESAR

Masyarakat mempertanyakan bagaimana seorang narapidana yang berada di dalam lapas dapat diduga masih menjalankan aktivitas pengendalian narkotika.

Jika informasi mengenai adanya setoran kepada oknum petugas benar, maka persoalannya tidak lagi sekadar pelanggaran tata tertib warga binaan. Hal tersebut berpotensi menjadi persoalan serius menyangkut pengawasan, integritas petugas, serta keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan.

Publik pun mendesak agar dugaan tersebut tidak berhenti sebagai isu atau rumor, melainkan diperiksa secara terbuka melalui mekanisme pengawasan internal maupun aparat penegak hukum yang berwenang.

SIAPA YANG MENGAWASI?

Pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana aktivitas komunikasi dan dugaan transaksi tersebut dapat berlangsung apabila sistem pengamanan serta pengawasan di dalam lapas berjalan sebagaimana mestinya.

Apabila benar terdapat warga binaan yang mampu mengendalikan jaringan narkotika dari balik jeruji, masyarakat berhak mempertanyakan efektivitas pemeriksaan terhadap barang terlarang, penggunaan alat komunikasi, kunjungan, hingga pengawasan terhadap aktivitas warga binaan.

Terlebih, apabila terdapat dugaan keterlibatan oknum petugas melalui pemberian uang atau setoran, maka pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak boleh hanya menyasar warga binaan.

DESAK INVESTIGASI INDEPENDEN

Masyarakat meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap informasi tersebut.

Audit terhadap dugaan aliran uang, pemeriksaan komunikasi warga binaan yang sesuai prosedur hukum, serta pengecekan terhadap dugaan keterlibatan pihak internal dinilai penting untuk mengungkap apakah informasi tersebut memiliki dasar atau hanya merupakan tudingan tanpa bukti.

Jika nantinya ditemukan bukti adanya keterlibatan oknum petugas, publik berharap tindakan tegas diberikan tanpa pandang bulu.

Sebaliknya, apabila tudingan terhadap Kalapas dan KPLP tidak terbukti, pihak yang dituduh juga berhak mendapatkan ruang klarifikasi dan pemulihan nama baik.

Media ini menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan Ferri serta dugaan setoran kepada Kalapas dan KPLP masih merupakan informasi yang perlu diverifikasi. Konfirmasi dan hak jawab dari pihak Lapas Narkotika Rumbai sangat diperlukan untuk memastikan pemberitaan berimbang dan berdasarkan fakta.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *