Kasus ini turut menyeret peristiwa pemerkosaan terhadap seorang penumpang taksi online pada Sabtu, 22 November 2025. Korban yang tengah menuju Bandara Soekarno–Hatta diserang oleh Fathur di Tol Kunciran–Cengkareng setelah pelaku menepi dengan alasan hendak mencuci muka. Korban dipukuli benda tumpul, diancam, dan dirudapaksa sebelum akhirnya ditinggalkan di kawasan Depok.

Rangkaian temuan polisi menempatkan Mukti sebagai simpul penting dalam distribusi sabu yang memicu kejahatan berantai di luar lapas. Pemindahan Mukti ke Nusakambangan menjadi langkah untuk membatasi ruang geraknya serta memperkuat pengawasan terhadap napi high risk yang diduga masih mengendalikan jaringan di luar. ***