Semarang: RE Engine (Resident Evil Engine) pertama kali dirancang dan dikembangkan oleh Capcom untuk mendukung pembuatan Resident Evil 7: Biohazard, yang diluncurkan pada 2017. Pengembangan mesin ini dimulai untuk menggantikan MT Framework, mesin sebelumnya yang digunakan oleh Capcom untuk game-game seperti Devil May Cry 4 dan Lost Planet.
Nama “RE Engine” sebenarnya berasal dari Resident Evil, yang menjadi salah satu franchise terbesar Capcom. Meskipun awalnya dikhususkan untuk game Resident Evil, mesin ini kemudian digunakan untuk banyak judul lain yang tidak ada hubungannya dengan franchise tersebut, seperti Devil May Cry 5, Monster Hunter Rise, dan Dragon’s Dogma 2.
Fitur Unggulan dari RE Engine adalah karena kemampuannya untuk menghasilkan visual yang sangat realistis dan memukau. Salah satu contoh paling menonjol adalah Resident Evil 7: Biohazard, yang memperkenalkan gaya visual yang lebih realistik dan atmosferik dibandingkan game Resident Evil sebelumnya.
Mesin ini mampu menghasilkan pencahayaan yang dinamis, tekstur yang sangat detail, serta animasi karakter yang halus. Selain grafis yang menakjubkan, RE Engine juga dikenal karena kemampuannya untuk berjalan dengan lancar di berbagai platform.
Mesin ini mampu dioptimalkan untuk konsol generasi sebelumnya serta konsol terbaru bahkan untuk PC. Hal ini memungkinkan game yang menggunakan RE Engine untuk tetap memberikan performa yang stabil dengan frame rate yang tinggi, meskipun lingkungan dalam game seringkali sangat kaya akan detail.
Salah satu fitur yang menonjol dalam penggunaan RE Engine adalah kemampuannya dalam membuat animasi karakter yang sangat realistis dan natural. Game seperti Devil May Cry 5 dan Resident Evil Village menunjukkan bagaimana mesin ini bisa menciptakan gerakan dan ekspresi wajah yang sangat halus, meningkatkan kedalaman emosional karakter-karakter yang ada dalam game.
















