Kalimantan Tengah – Imanuri, S.Pd. seorang guru sekolah dasar Negeri 4 Mendawai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, telah berhasil mengikuti program Indonesian-Korean Teacher Exchange (IKTE) tahun 2025. Program tersebut dilaksanakan selama 3 bulan. Dari bulan september hingga nopember. Beliau mengajar di sekolah dasar Saemmaru elemantary school, Provinsi Gangwon-do, korea Selatan.
Selama penugasannya di Korea Selatan, Imanuri tidak hanya berbagi praktik mengajar inovatif, tetapi juga berkomitmen penuh untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya dari daerah tempatnya mengajar, Kalimantan.
Dalam salah satu sesi kelas budayanya di sekolah mitra Korea, Imanuri mengenalkan batik motif kalimantan dan permainan tradisional kalimantan. Fokus utama dari sesi tersebut adalah memperkenalkan batik Kalimantan yang terkenal dengan motif alam,.
“Batik Kalimantan memiliki kekhasan tersendiri, warnanya lebih berani dan motifnya banyak mengambil inspirasi dari kekayaan flora dan fauna hutan tropis,” ujar Imanuri. “Ini adalah cara kami bercerita tentang pulau kami.”
Selain memperkenalkan seni visual, Imanuri juga mengajak siswa-siswi Korea untuk merasakan langsung kegembiraan melalui permainan tradisional Kalimantan, seperti permainan balogo. Para siswa tampak antusias mencoba permainan yang menguji ketangkasan dan kerjasama tersebut.
“Reaksi mereka sangat positif. Melihat tawa dan semangat mereka saat mencoba balogo, saya merasa misi diplomasi budaya ini berhasil,” tambahnya.
Program Indonesia Korea Teacher Exchange yang berlangsung selama tiga bulan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi global guru Indonesia dan memperkuat pemahaman multikultural. Diharapkan, pengalaman Imanuri di Korea Selatan dapat membawa inspirasi metode pengajaran yang lebih variatif dan inovatif saat ia kembali ke Indonesia, serta menumbuhkan rasa toleransi global di antara murid-muridnya.
Dalam kegiatan presentasi akhir di Seoul tanggal 21 nopember 2025 dihadiri oleh Atase pendidikan dan kebudayaan , KBRI SEOUL, kementerian Pendidikan dasar dan menengah. Imanuri berharap, kegiatan ini menjadi jembatan yang kokoh antara dua negara, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga dalam pelestarian dan promosi warisan budaya.
“Setiap guru yang berangkat adalah duta bangsa. Saya bangga bisa menjadi perwakilan Indonesia untuk membawa kebudayaan Kalimantan ke panggung internasional,” tutup Iman
















